Jumat, 22 Februari 2013

Maneki Neko / 招き猫


Cethaaaaaaaaaaaar, pasti tidak asing kan dengan gambar di atas? Itu adalah salah satu oleh-oleh khas dari Jepang. Biasanya kalau ada orang berwisata ke Jepang atau dari bunkasai tidak akan lupa membeli oleh-oleh yang satu ini.

Oh iya, kalian kenal kan sama yang namanya Doraemon? Ya Doraemon merupakan salah satu tokoh kucing paling terkenal di Jepang dari dulu sampai sekarang. Selain doraemon, ada juga lho kucing yang menjadi kepala stasiun kereta.

Haha, saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan sampai-sampai menjadikan kucing sebagai kepala stasiun. Akan tetapi, setelah mengetahui bahwa jika di Jepang kita dapat melihat di mana-mana pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan kucing. Mulai dari klub pecinta kucing, mainan, manga, anime, kafe untuk para kucing lovers, salon kucing, dan lain sebagainya yang serba kucing. Pantas saja jika ada orang yang menjuluki Jepang sebagai Negeri Kucing.
Mungkin di antara kalian ada yang bertanya-bertanya, bagaimana si sejarah kehidupan kucing di Negeri Kucing tersebut? Baiklah, mari saya beri anda tahu, ngehe...Kalau sumbernya tidak salah, sekitar tahun 1000-an dipercaya bahwa pada saat itu orang-orang Jepang sudah mulai memelihara kucing. Kaisar Ichijo lah yang hidup pada tahun 987-1011M yang pertama kali memperkenalkan kucing peliharaan kepada masyarakat Jepang, setelah dia menerima utusan dari negeri China yang membawa kucing peliharaannya. Tidak bisa dipungkiri bahawa pada saat itu, hanya parana bangsawanlah yang mampu memelihara kucing, hal ini dikarena harganya yang sangat mahal.

Banyak yang menganggap kucing sebagai simbol keberuntungan, seperti para pemilik toko. Simbol pembawa keberuntungan paling terkenal di Jepang adalah barang berbentuk kucing yang dapat menggerakkan tangannya naik turun. Yang biasa disebut dengan Maneki Neko (招き猫 / kucing yang memanggil atau kucing yang mengundang). Kini Maneki neko tidak hanya menjadi simbol keberuntungan bagi warga Jepang saja namun juga bagi negara-negara lain yang tersebar di seluruh dunia.
Very cute Maneki Neko
Tampaknya si kucing menggerakkan tangannya untuk mengundang atau menyambut pembeli, namun sebenarnya itu merupakan kebiasaan kucing membasuh wajahnya. Karena kesensitifannya, kucing akan merasa tidak nyaman dan tidak bisa beristirahat saat seseorang datang/berada di dekatnya. Untuk menghilangkan rasa takutnya, kucing menyeka wajahnya. Dari kebiasaan tersebut, orang Jepang beranggapan bila kucing membasuh wajahnya berarti akan ada seseorang yang datang (pembeli). Selain itu, kucing yang menyeka wajahnya terlihat seperti sedang menyambut tamu yang akan datang. Oleh karena itu, orang Jepang percaya bahwa jika mereka meletakkan figur kucing dengan postur menyambut tamu di depan tokonya, maka pelanggan akan masuk

Ternyata banyak sekali orang yang salah paham dengan mengira Maneki Neko beasal dari China, tapi kebanyakan sumber menyebutkan bahwa Maneki Neko berasal dari Jepang sekitar tahun 1870-an semasa era Meiji. Ada banyak cerita yang menceritakan asal mula dan sejarah dari maneki meko. Di sini saya hanya akan menceritakan dua dari cerita besar tentang asal mula Maneki Neko.

Japanes Bobtail Cat

Yang pertama adalah cerita legenda jisho-in. Cerita ini berasal dari Jisho-in, sebuah kuil di Shinjuku, Tokyo. Ceritanya, ada seorang samurai bernama Ota Dokan yang tersesat di jalan setelah hampir kalah dalam Pertempuran Egotagahara pada tahun 1476-1478. Tiba-tiba di hadapannya muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan depannya dan mengajaknya untuk beristirahat di kuil Jisho-in. Setelah beristirahat beberapa lama di kuil tersebut, kekuatan Ota Dokan pun pulih dan menang dalam pertempuran. Sebagai rasa terima kasihnya, beliau memberikan patung Jizoson berbentuk kucing lalu dipersembahkanlah patung tersebut kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing itu disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.

Dan cerita yang kedua adalah cerita Legenda Gotoku-ji, Cerita ini berasal dari kuil Gotoku-ji, Setagaya, Tokyo. Seorang penguasa Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang setelah berburu dengan burung elangnya dan melewati kuil Gotoku-ji. Di depan pintu gerbangnya, ia melihat seekor kucing peliharaan biksu yang terlihat seperti memanggilnya untuk masuk ke dalam kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka yang langsung masuk ke dalam kuil tersebut untuk beristirahat. Ketika ia  baru saja meluruskan kakinya, turunlah hujan lebat disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasihnya kepada kucing tersebut, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gotoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah. Ketika kucing tersebut mati, sebuah makam didirikan oleh biksu untuknya. Beberapa lama kemudian, Aula Maneki neko didirikan di lingkungan kuil berikut sebuah patung yang diberi nama Manegineko. Patung tersebut berbentuk seperti  kucing yang sedang mengangkat sebelah kaki depan nya.

Namun pada umumnya, inti cerita asal Maneki Neko ini adalah si kucing menyelamatkan pemiliknya dari bahaya, penyakit dan kemiskinan

Gold Coi

Gambar di samping kiri adalah Maneki Neko yang ada di jaman modern, yang sering digambarkan membawa Koban (koin emas dari jaman Edo). Jika dipajang di toko, dipercaya akan mengundang banyak pembeli untuk datang ke toko.

Sedangkan gambar di samping kanan adalah patung tua Maneki Neko yang terbuat dari kayu. Dapat dilihat kalau dibawah kaki kanannya terdapat sebuah palu godam yang bertuliskan Fuku (福) yang berarti keberuntungan atau kemakmuran.

Saya rasa isyarat pembawa keberuntungan yang ada pada Maneki Neko terlihat dari tulisan pada koin emas yang dibawanya. Ada koin yang bertuliskan ‘fujuku’ yang berarti beruntung serta berumur panjang, ada yang bertulisankan tentang harapan/cita-cita seperti “Senmanryo” yang berarti sepuluh juta koin emas atau dan “Kaiun” yang berarti keberuntungan yang lebih baik.

Sedangkan bell yang menggantung di kalungnya adalah aksesoris yang biasa dikenakan oleh keluarga-keluarga kaya yang memelihara kucing pada jaman Edo.
Right and Left hands

Kebanyakan orang percaya bahwa terdapat perbedaan makna dari lambaian tangan Maneki Neko. Menurut sebuah survey di Jepang, sekitar 60% Maneki Neko di Jepang mengangkat tangan kirinya, kepercayaan jika Maneki Neko melambaikan tangan kirinya adalah akan ada pengunjung yang datang. 39% mengangkat tangan kanannya, kepercayaan jika ia melambaikan tangan kanannya adalah akan ada keberuntungan, uang, dan kesehatan bagi pemiliknya. Semakin tinggi lambaian tangannya, makin banyak pengunjung yang masuk serta kesehatan dan keberuntungan bagi sang pedagang.
Angkat tanganmu!
Pada umumnya,  maneki neko tidak dibuat dengan bentuk kedua tangan depan diangkat, karena posisi seperti itu dianggap seperti posisi orang yang sedang menyerah. Akan tetapi masih saja ada orang yang membuatnya, dan hasil surveynya adalah 1% untuk Maneki Neko yang mengangkat kedua tangannya. Oh ya, pada umumnya model yang digunakan untuk pajangan ini adalah  kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci.
Black Maneki Neko
Maneki Neko juga hadir dalam warna hitam, warna yang dikenal sebagai warna kegelapan. Jadi, Maneki Neko hitam dipercaya untuk menghindari kejahatan/malapetaka dan kemalangan. Maneki Neko hitam dengan tangan kirinya yang melambai-lambai diartikan sebagai perlindungan dari gangguan/masalah yang orang-orang bawa dan kelihatannya paling efektif bila diletakkan dekat pintu depan.

Namun, seperti layaknya koin yang memiliki dua sisi berbeda, banyak juga yang percaya kalau kucing mengundang nasib buruk. Ada suatu masa ketika kucing dipercaya dapat berubah menjadi monster, namanya adalah bakeneko dan nekomata.

Baiklah lain waktu kita akan membahas mengenai bakenko dan nekomata yang ada di Jepang (@NBS).

Source : www.jepang.net/maneki-neko.html

0 komentar:

Posting Komentar

Readers

Hakk�mda

About Me