Sabtu, 05 Januari 2013

いきものがかり(IKIMONO GAKARI) – PART 1

Sakura hirahira maiorite ochite Yereru 
Omoino take wo dakishimeta
Kimi to haru ni negai shi ano yume wa
Ima mo miete iru yo sakura maichiru

Di atas itu adalah satu bait lirik yang bisa membuat saya merasakan beberapa hal sekaligus. Malu, rindu, menyesal, dan lain sebagainya dalam satu waktu. Ah, bagaimana menjelaskannya yaaa? Ha ha ha, jadi aneh rasanya. (ha? Curhat ternyata. Ya sudah si.)

Ikimono gakari

Ya, itu adalah salah satu bait dari lagu yang berjudul Sakura yang dipopulerkan oleh salah satu Band yang beraliran rock asal Negeri Sakura, Jepang. Akan tetapi menurut saya rock yang disuguhkan mereka jenis soft rock (bikin istilah sendiri saya), bukan hard rock. Nama band itu adalah, jreng jreng jreng, SEPERTI YANG TERTULIS PADA JUDUL.

Hm, awal saya tahu band ini adalah beberapa waktu yang lalu saat saya masih menyandang istilah bungsu di SMA saya. Pagi itu, saya sungguh lupa apakah cuaca tengah dingin menusuk tulang, sejuk dengan hembusan angin sepoi-sepoi, atau justru panas meradang. Selupa pada keadaan, apakah saat itu saya sudah mandi atau belum, sudah sarapan atau belum. Tengah menyantap kata-kata dalam buku-buku saya, atau tengah menggledah lemari di pojok beakang kelas. Akan tetapi, karena sepertinya pagi itu teman-teman rumpi saya belum hadir di kelas, jadi kemungkinan saya sedang duduk sambil mengupil di tempat duduk saya yang istiqomah.

Foto kelas sepuluh

Berberapa waktu kemudian, saya tersadar bahwa dua makhluk yang kontras satu sama lain yang sering menempati bangku belakang saya (mereka boy classmate saya; Galih & Nando a.k.a Adnal) tengah menyanyikan lagu yang berbahasa Jepang.

“AOI AOI ANO SORA, AOI AOI ANO SORA,”  teriak mereka berdua.
 
Saya yang sepertinya tengah mengupil di depan mereka merasa tidak begitu asing dengan lagu itu. Karena saya penasaran juga, akhirnya saya dengan entengnya bertanya, sepertinya masih dengan mengupil.
 
“WOY COY, NGGAK USAH ADA ACARA TERIAK-TERIAK KENAPA?!! MANA PAGI-PAGI UDAH PAKE KUAH LAGI!! Eh, tapi kayaknya aku kagak asing deh sama lagu itu. Lagu apaan ya?” Ini marah-marah apa tanya ya?
“GILA LO GIRL, ini tuh OST.nya Nasrulto.” Galih mendemostrasikannya di depan saya dengan semangat tanpa biji. Dan saya langsung tidak peduli kembali. Sedangkan Nando sibuk dengan laptopnya.
 
Beberapa hari kemudian saya melihat cover Fbnya Nando. Ini gambarnya.

Ikimono Gakari-NEWTRAL
Menurut pandangan saya yang saat itu tengah hunting film, gambar di atas seperti romantic movie cover. Kemudian saya coment-comentan sama teman saya itu. Kurang lebih seperti ini.
 
Saya : Ih so sweet! Film apa itu? Apa drama malah?
Nando : Itu bukan film atau drama, Nai. Itu band.
Saya : Oh band. Dari mana? Jepang ya? Lagunya bagus gak?
Nando : menurutku si bagus. Donlot aja.
 
Beberapa waktu kemudian saya donlot beberapa lagu mereka, dan saya langsung suka. Karena lagunya easy listening and meaningfull banget. Setiap hari saya play lagu itu. Sampai-sampai kakak perempuan saya yang kebetulan saat-saat itu tengah di rumah karena libir kuliah hafalkatanya. Asal anda tahu saja, kakak saya enggan sekali menghafalkan lirik lagu, apalagi lagu dari abroad. Kemudian saya memberi tahu teman saya yang punya cover Fb di atas (Nando a.k.a Adnal) kalau saya menyukai band ini. Kemudian saya diberinya semua koleksi mp3, mp4, mv, pv, pict, dll dari Ikimono Gakari.

Ikimono Gakari-NEWTRAL

Beberapa saat kemudian, saya sadar kalau kali ini saya amat sangat berbicara banyak. Yeah, “Aku punya hanya kamu,” begitu kata salah satu member 2pm (nggak nyambung). Dan langsung saja sekarang kita lanjutkan acara perkenalan dengan Ikimono Gakari.
Ya, band yang digawangi oleh seorang gadis yang sangat atraktif, dan dua pemuda artistik ini dibentuk pada tahun 1999M. Setahu saya mereka sempat mengeluarkan 3 album indie di bawah label cubit club (dari tahun 2003-2005) dan akhirnya pada tahun 2006 bergabung dengan label Sony Music sampai sekarang.

Ikimono Gkari-Kimi ga Iru_promo
 Karena saya pikir kalau artikel ini digabung menjadi satu akan terlalu panjang, jadi saya bikin beberapa part. Terima kasih sudah membaca part yang pertama, silahkan baca part yang berikut-berikutnya. ‘Terima kasih’ (@NBS).
 
Source :
http://ikimono-gakari.lo.gs
http://gakarian-indo.blogspot.com

Jumat, 04 Januari 2013

あけましておめでとうございます(Akemashite Omedetou Gozaimasu!!) ~~^^


Kembang Api

Ah allooooooooooooha!!!!!!!!! (sepertinya saya sedikit berlebihan ^^”) Tapi tak apalaaaaaah, masalahnya kan saya sudah sekian ribu tahun hiatus (berlebihan lagi sepertinya) dari aktifitas blogging. Ceritanya kemarin-kemarin ada sedikit masalah dengan Blogg saya, berhubung saya tidak tahu gimana membetulkannya dan toh saya merasa ini tidak akan mengganggu kejiwaan saya yang sepertinya sudah terganggu, akhirnya saya membiarkannya saja. Akan tetapi, waktu iseng-iseng cari-cari masalah kemarin-kemarin, ternyata tidak muncul. Dan pada akhirnya, SAYA DATANG LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII. \(^3^)/ (kok saya jadi suka pake かおもじ (kaomoji) ya? Pasti gara-gara ITU deh. Lho curhat. ~~^^)

Sip, OK! Sekarang kita mulai saja.
Yap, berhubung masih dalam suasana tahun baru, jadi saya mau share info-info tentang tahun baru. Masih seperti kemarin-kemarin, saya membawa info tentang tahun baru dariiiiiii, dari judulnya juga sudah tahu toh. Yuhuu, NIHON (にほん)    Jepang.


Lonceng Joya no Kene
Akemashite omedetou gozaimasu!
Itulah kalimat yang sering diucapkan saat tahun baru di Jepang yang artinya kurang lebih ‘Selamat tahun baru!’. Asal kita tahu saja, perayaan tahun baru ‘di Jepang’ bukan hanya sekedar perayakan pergantian tahun tapi bagi ‘bangsa Jepang’ juga memiliki arti religius. Tepat pergantian tahun yaitu pukul 00.00 malam, おぼさん(Obosan) atau ulama Shinto akan membunyikan lonceng kuil beberapa kali, pada saat itu para peziarah mulai berdatangan bersama keluarga mereka untuk berdoa bersama. Sebagian ada pula yang datang pada keesokan harinya tanggal satu January atau bisa disebut がんじつ(Ganjitsu). Suasananya mungkin hampir sama dengan nuansa lebaran di negri kita.


Kesibukan di stasiun Shinjuku, Jepang
じっか(Jikka) atau bisa kita sebut mudik, pulang kampung, dan ??? (baru itu yang saya tahu). Bila di tanah air kita tercinta biasanya orang-orang akan mudik pada waktu menjelang lebaran atau natal, maka orang Jepang mudiknya pada akhir tahun. Hampir semua stasiun dipenjuru negeri dipadati penumpang yang bergegas pulang kampung, Shinkansen dan pesawat menjadi pilihan utama karena alasan kenyamanan dan cepat.
 
Pesta Bonenkai

Biasanya, sebelum mudik mereka akan mengadakan acara pesta dahulu, acara ini disebut ぼねんかい (bonenkai--bermakna untuk melupakan berbagai kejadian buruk tahun yang lalu) dengan teman sekantor, kolega ataupun sahabat. Akan tetapi, bonenkai untuk keluarga jarang dilakukan. Pada pesta ini, semua yang hadir akan minum sebanyak-banyaknya sampai mabuk berat, saling menceritakan kejadian dan kesalahan tahun lalu untuk dilupakan. Namun perempuan yang hadir biasanya akan hanya minum sedikit karena bertugas mempersiapkan makanan dan menuangkan bir atau sake ke gelas teman.Menuangkan bir atau sake, bagi orang Jepang adalah cara mereka menghormati orang terdekat, college atau atasan mereka.


Souji/kerja bakti
Beberapa hari mejelang tahun baru, kegiatan mereka juga diisi dengan sibukkan おそじ (Osoji;membersihkan), tidak hanya di rumah tapi juga tempat kerja termasuk kampus dan sekolah (kalau di sekolah disebot ’gakkou no soji no hi’) pun disibukkan dengan kegiatan soji. Mulai dari buang sampah sampai membersihkan ruangan. Setelah soji selesai, mulailah mereka menghias rumah dengan hiasan tahun baru.

Osechi ryori; makanan khas tahun baru

Mereka juga mempersiapkan beberapa hidangan khas untuk menghadapi perayaan tahun baru. Pada malam tanggal 31, yang wajib tersedia biasanya adalah soba (mie yang terbuat dari gandum dan yang pasti tanpa formalin!! ) atau udon (mie dari tepung terigu). Soba ini dimakan bersama soyu (semacam kecap), soba dan udon mempunyai makna panjang umur. Pada Sanjitsu masakan wajib yang tersedia adalah sup mochi (ketan), kombu (rumput laut) supaya yorokobu atau yang berarti bahagia , shashimi, shusi juga pasti ada dan tak lupa osake dan bir minuman wajib mereka.
Wanita jepang dengan dekorasi tahun baru

Kartu Ucapan
Mengenai kesibukan ibu-ibu nya berbeda dengan kebiasaan ibu-ibu kita dalam menyambut hari istimewa seperti lebaran atau idul adha Disini mereka biasanya tidak mau repot atau berkotor-kotor, tinggal membeli makanan jadi yang sudah di hias dengan cantik di toko khusus yang menjual hidangan tersebut dan biasanya tidak dalam porsi besar, karena hanya untuk keluarga inti atau kerabat dekat saja. Jika di tanah air masakan yang dibuat porsinya biasanya sangat banyak dibandingkan hari-hari biasa, persiapan menyhambut tetangga atau kerabat yang datang.
Ada satu lagi kebiasaan ataupun adat orang disini yang harus dilakukan dalam perayaan tahun baru yaitu mengirimkan kartu ucapan tahun baru (nengajyou). Satu orang biasanya mengirim sampai ratusan nengajyou, uniknya semua nengajyou ini akan disampaikan oleh tukang pos ke tujuan tepat pada tanggal satu Januari Oleh karena itu kantor pos dan karyawannya akan sangat sibuk di akhir tahun.


Kartu Ucapan
Saat tahun baru, di Jepang juga identik dengan acara makan kue mochi loo.. Besok kalau ada waktu, insyallah saya akan share tentang kue mochi. Terima kasih (@NBS).

Kue Mochi

 

Sabtu, 17 November 2012

Somebody That I Used To Know(Ukulele) - Sungha Jung



Suorce : http://www.youtube.com/user/jwcfree

Shokuhin Sanpuru / 食品サンプル


 
Hmm nyumiiii, pasti anda sudah tergiur untuk memakan makanan yang satu ini? Berkhayal saja sesuka hati dan pikiran anda, tapi bila makanan ini tersaji di hadapan anda, saya ingatkanJANGAN SEKALI-KALI MENCOBA MEMAKANNYA!!!!!!!!!!!!, karena makanan ini hanyalah replika belaka.
Kalau sumbernya tidak salah, sekitar tahun 1917-1932 Masehi, ada seorang pria bernama Iwasaki yang berhasil menciptakan Shokuhin Sanpuru atau bisa kita sebut replika makanan pertama di Jepang, beliau membuat shokuhin sanpuru untuk omelet. Tujuan beliau mencoba membuat contoh omelet tersebut karena beliau ingin memperkenalkan makanan-makanan dari luar negeri kepada orang-orang Jepang. 

Rupa-rupanyanya pada waktu itu orang-orang Jepang sama sekali tidak mau membeli menu asing. Saya belum tahu apa alasannya, mungkin tidak jauh berbeda dengan alasan mereka enggan menggunakan jarsos FB. Kembali ke persoalan sebeumnya, karena mereka (red: orang-orang jepang) tidak mau membeli menu asing, maka mereka tidak tahu bagaimana bentuk dan rupa makanan-makanan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan menu asing di Jepang pada saat itu tidak ada yang laku.

Nah, berkat usaha Iwasaki-sama lah, contoh-contoh makanan kemudian dikenal luas dan dijual ke para pengusaha restoran.
Untuk saat ini, setahu saya sebagian besar restoran di Jepang sudah memamerkan sampel atau shokuhin, sampai-sampai para turis Jepang yang sedang melancong ke luar negeri mengeluh karena restoran tujuan mereka tidak ada contoh makanan yang bisa dilihat secara 3 dimensi. Kata mereka, yang ada hanya foto-foto yang tidak nyata sehingga mereka bingung akan memesan apa.



Pada umumnya sampel shokuhin terbuat dari bahan resin/lilin plastik, namun beberapa restoran terkadang memasak makanan yang asli kemudian memamerkannya selama satu hari penuh di jendela depan restoran mereka.
 

Untuk di Indonesia, Anda bisa melihat sampel shokuhin di restoran-restoran Jepang seperti Pasta de Waraku




Nah, bagaimana, masih ingin mencoba untuk memakannya? Saya berharap tidak. Jadi, saya enghimbau anda untukberhati-hati saja kalau berkunjung ke restoran Jepang atau restoran di Jepang (@NBS).





 


Readers

Hakk�mda

About Me